SMK Binawiyata Sragen

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Apa Itu WEP, WPA, WPA2, TKIP ?

WEP
WEP merupakan standart keamanan & enkripsi pertama yang digunakan pada wireless, WEP (Wired
Equivalent Privacy) adalah suatu metoda pengamanan jaringan nirkabel, disebut juga dengan Shared Key Authentication. Shared Key Authentication adalah metoda otentikasi yang membutuhkan penggunaan WEP.
Enkripsi WEP menggunakan kunci yang dimasukkan (oleh administrator) ke client maupun access point. Kunci ini harus cocok dari yang diberikan akses point ke client, dengan yang dimasukkan client untuk authentikasi menuju access point, dan WEP mempunyai standar 802.11b.
Proses Shared Key Authentication:
  1. Client meminta asosiasi ke access point, langkah ini sama seperti Open System Authentication.
  2. Access point mengirimkan text challenge ke client secara transparan.
  3. Client akan memberikan respon dengan mengenkripsi text challenge dengan menggunakan kunci WEP dan mengirimkan kembali ke access point.
  4. Access point memberi respon atas tanggapan client, akses point akan melakukan decrypt terhadap respon enkripsi dari client untuk melakukan verifikasi bahwa text challenge dienkripsi dengan menggunakan WEP key yang sesuai. Pada proses ini, access point akan menentukan apakah client sudah memberikan kunci WEP yang sesuai. Apabila kunci WEP yang diberikan oleh client sudah benar, maka access point akan merespon positif dan langsung meng-authentikasi client. Namun bila kunci WEP yang dimasukkan client adalah salah, maka access point akan merespon negatif dan client tidak akan diberi authentikasi. Dengan demikian, client tidak akan terauthentikasi dan tidak terasosiasi.
WEP memiliki berbagai kelemahan antara lain :
  1. Masalah kunci yang lemah, algoritma RC4 yang digunakan dapat dipecahkan.
  2. WEP menggunakan kunci yang bersifat statis
  3. Masalah initialization vector (IV) WEP
  4. Masalah integritas pesan Cyclic Redundancy Check (CRC-32)
WEP terdiri dari dua tingkatan, yakni kunci 64 bit, dan 128 bit. Sebenarnya kunci rahasia pada kunci WEP 64 bit hanya 40 bit, sedang 24bit merupakan Inisialisasi Vektor (IV). Demikian juga pada kunci WEP 128 bit, kunci rahasia terdiri dari 104bit.
Serangan-serangan pada kelemahan WEP antara lain :
  1. Serangan terhadap kelemahan inisialisasi vektor (IV), sering disebut FMS attack. FMS singkatan dari nama ketiga penemu kelemahan IV yakni Fluhrer, Mantin, dan Shamir. Serangan ini dilakukan dengan cara mengumpulkan IV yang lemah sebanyak-banyaknya. Semakin banyak IV lemah yang diperoleh, semakin cepat ditemukan kunci yang digunakan
  2. Mendapatkan IV yang unik melalui packet data yang diperoleh untuk diolah untuk proses cracking kunci WEP dengan lebih cepat. Cara ini disebut chopping attack, pertama kali ditemukan oleh h1kari. Teknik ini hanya membutuhkan IV yang unik sehingga mengurangi kebutuhan IV yang lemah dalam melakukan cracking WEP.
  3. Kedua serangan diatas membutuhkan waktu dan packet yang cukup, untuk mempersingkat waktu, para hacker biasanya melakukan traffic injection. Traffic Injection yang sering dilakukan adalah dengan cara mengumpulkan packet ARP kemudian mengirimkan kembali ke access point. Hal ini mengakibatkan pengumpulan initial vektor lebih mudah dan cepat. Berbeda dengan serangan pertama dan kedua, untuk serangan traffic injection,diperlukan spesifikasi alat dan aplikasi tertentu yang mulai jarang ditemui di toko-toko, mulai dari chipset, versi firmware, dan versi driver serta tidak jarang harus melakukan patching terhadap driver dan aplikasinya. sumber
WAP
Wireless Apliccation Protokol disingkat WAP adalah standar internasional terbuka untuk aplikasi yang menggunakan komunikasi nirkabel. Tujuan utamanya untuk membangun aplikasi yang dapat mengakses internet dari telepon genggam atau PDA.
Disingkat dengan WAP.
Standar protokol untuk aplikasi wireless (seperti yang digunakan pada ponsel). WAP adalah sebuah protocol atau sebuah teknik messaging service yang memungkinkan sebuah hp digital atau terminal mobile yang mempunyai fasilitas WAP, melihat/membaca isi sebuah situs di internet dalam sebuah format text khusus. Situs internet ini harus merupakan situs dengan fasilitas WAP.
Teknologi ini merupakan hasil kerjasama antar industri untuk membuat sebuah standar yang terbuka (open standard) dan berbasis pada standar Internet, serta beberapa protokol yang sudah dioptimasi untuk lingkungan wireless.
Teknologi ini bekerja dalam modus teks dengan kecepatan sekitar 9,6 kbps. Belakangan juga dikembangkan protokol GPRS yang memiliki beberapa kelebihan dibandingkan WAP.
Wireless Application Protocol merupakan sebuah protocol pengembangan dari protocol wireless data yang telah ada. Phone.com menciptakan sebuah versi standart HTML (HyperText Markup Language) Internet protocol yang didisain khusus untuk transfer informasi antar mobile network yang efisien. Terminal wireless dengan HDML (Handheld Device Markup Language) microbrowser, dan Handheld Device Transport Protocol (HDTP) dari Phone.com terhubung dengan UP.Link Server Suite yang seterusnya terhubung ke Internet atau intranet dimana informasi yang dibutuhkan berada. Teknologi inilah yang kemudian dikenal sebagai WAP. sumber
WPA2
WPA2 adalah sertifikasi produk yang tersedia melalui Wi-Fi Alliance. WPA2 Sertifikasi hanya menyatakan bahwa peralatan nirkabel yang kompatibel dengan standar IEEE 802.11i. WPA2 sertifikasi produk yang secara resmi menggantikan wired equivalent privacy (WEP) dan fitur keamanan lain yang asli standar IEEE 802.11. WPA2 tujuan dari sertifikasi adalah untuk mendukung wajib tambahan fitur keamanan standar IEEE 802.11i yang tidak sudah termasuk untuk produk-produk yang mendukung WPA. sumber
TKIP
Dalam dunia komputer, TKIP atau Temporal Key Integrity Protocol adalah sebuah protokol yang didefinisikan oleh IEEE 802.11i yang mengkhususkan untuk jaringan nirkabel untuk menggantikan WEP. TKIP didesain untuk menggantikan WEP tanpa mengubah / mengganti perangkat keras. Hal ini diperlukan karena “buruknya” jenis pengamanan WEP meninggalkan jaringan nirkabel tanpa aktif mengamankan link-layer. Solusi untuk masalah ini tidak akan menunggu untuk menggantikan manfaat dari perangkat keras. Untuk alasan tersebut, TKIP (Baca: tee-kip), seperti WEP, menggunakan skema kunci berdasarkan RC4, tetapi tidak seperti WEP, TKIP meng-enkripsi semua paket data yang dikirimkan dengan kunci enkripsi yang unik nya itu sendiri.
TKIP menghasilkan “per-packet key mixing”, sebuah pesan yang ter-integrity yang memeriksa dan sebuah mekanisme “re-keying” sehingga pengalamatan menjadi isu pengamanan dengan WEP. Hal ini menambah kerumitan dari pen-dekodean kunci dengan menurunkan ketersediaan jumlah data kepada cracker, itu telah dienkripsi menggunakan suatu kunci khusus. sumber
Share:

Simulator Arduino Gratis

Windows simulasi bebas dari Arduino Uno

Saya senang untuk mengatakan bahwa ada simulator bebas dari Arduino Uno di luar sana! Siapapun dengan komputer Windows dapat "bermain dengan" Arduino. Guru dapat menunjukkan kepada mereka untuk murid, dan membiarkan murid bermain dengan satu. Tidak ada biaya. Tidak ada "hambatan untuk masuk" dalam bentuk menguasai bit fiddly hooking up bit. Tidak ada bahaya kerusakan pada peralatan. Ini indah, besar, kontribusi kepada kita semua berasal dari Stan Simmons, sebelumnya Departemen Teknik Elektro dan Komputer di Universitas Queen di Kingston, Ontario, Kanada.



Cara mendownload :
Pergi ke http://www.sites.google.com/site/unoardusim/. Baca apa yang ada, dan menggunakan menu di sebelah kiri (ada) untuk pergi ke halaman simulator.
Sesampai di sana, tidak mengandalkan intuisi dan pengalaman untuk melakukan download. Mencatat saran sebagai berikut ...



Share:

Membuat radio FM dengan Arduino dan Nokia 5110

Membangun sebuah radio FM stereo dengan modul Arduino Uno dan TEA5767 serta dengan tampilan display diambil dari layar HP Nokia 5110 atau HP Nokia 3310. Radio FM digital sekarang banyak dijual di toko dengan sangat murah, namun yang satu ini berbeda yaitu dengan modul Mikrokontroler jenis arduino Uno dan memanfaatkan Display HP Nokia 5110. hasil dari percobaan ini cukup bagus di lokasi saya.
di bawah ini ada bebrapa komponen serta program yang disiapkan untuk pembuatan radio ini antara lain :

1. Modul Arduino UNO
2. TEA 5767





3. LCD Nokia 5110



4 Rangkaian lengkap dengan Firtsing




5


5 Sketch

// TEA5767 und Nokia 5110 LCD Display
#include
#include
#include
#include


// D3 - Serial clock out (CLK oder SCLK)
// D4 - Serial data out (DIN)
// D5 - Data/Command select (DC oder D/C)
// D6 - LCD chip select (CE oder CS)
// D7 - LCD reset (RST)
Adafruit_PCD8544 lcd = Adafruit_PCD8544(3,4,5,6,7);



#define button_frequency_up     13
#define button_frequency_down   12
#define button_mute             11

#define TEA5767_mute_left_right  0x06
#define TEA5767_MUTE_FULL        0x80
#define TEA5767_ADC_LEVEL_MASK   0xF0
#define TEA5767_STEREO_MASK      0x80


int old_frequency=-1;
int frequency=9000; //frekuensi default

byte old_stereo=0;
byte stereo=1;

byte old_mute=1;
byte mute=0;

byte old_signal_level=1;
byte signal_level=0;

unsigned long last_pressed;

void setup(void) {
 
  pinMode(button_frequency_up, INPUT);
  pinMode(button_frequency_down, INPUT);
  pinMode(button_mute, INPUT);
 
  Wire.begin();
 
  TEA5767_set_frequency();

  lcd.begin();
  lcd.setContrast(60);
  lcd.clearDisplay();
  
  set_text(1,2,"FM Radio",BLACK,1); 
  //set_text(14,147,"blog.simtronyx.de",BLACK,1);
 
}


void loop() {

    if(frequency!=old_frequency){
      set_text(old_frequency>=10000?6:14,17,value_to_string(old_frequency),WHITE,2);
      set_text(frequency>=10000?6:14,17,value_to_string(frequency),BLACK,2);
      old_frequency=frequency;
    }
   
    TEA5767_read_data();
     
    if(old_stereo!=stereo){
        set_text(old_stereo?22:28,39,old_stereo?"Stereo":"Mono",WHITE,1);
        set_text(stereo?22:28,39,stereo?"Stereo":"Mono",BLACK,1);
        old_stereo=stereo;
    }
   
    if(old_signal_level!=signal_level){
        set_text(old_signal_level<10 br="" int="" old_signal_level="" tring="">        set_text(signal_level<10 br="" int="" signal_level="" tring="">        old_signal_level=signal_level;
        show_signal_level(signal_level);
    }
   
    if(old_mute!=mute){
        set_text(1,39,old_mute?"M":"S",WHITE,1);
        set_text(1,39,mute?"M":"S",BLACK,1);
        old_mute=mute;
    }
     
    delay(50);
   
 
  if(digitalRead(button_frequency_down)==HIGH){
   
    frequency=frequency-5;
    if(frequency<8750 frequency="10800;<br">    TEA5767_set_frequency();
  }
  if(digitalRead(button_frequency_up)==HIGH){
   
    frequency=frequency+5;
    if(frequency>10800)frequency=8750;
    TEA5767_set_frequency();
  }

  if(digitalRead(button_mute)==HIGH){
   
    TEA5767_mute();
  }
 
  delay(50);
 
}

unsigned char frequencyH = 0;
unsigned char frequencyL = 0;

unsigned int frequencyB;

unsigned char TEA5767_buffer[5]={0x00,0x00,0xB0,0x10,0x00};

void TEA5767_write_data(byte data_size){
  
  delay(50);
 
  Wire.beginTransmission(0x60);
 
  for(byte i=0;i    Wire.write(TEA5767_buffer[i]);
 
  Wire.endTransmission();
 
  delay(50);
}

void TEA5767_mute(){
 
  if(!mute){  
    mute = 1;  
    TEA5767_buffer[0] |= TEA5767_MUTE_FULL;
    TEA5767_write_data(2);
//    TEA5767_buffer[0] &= ~TEA5767_mute;
//    TEA5767_buffer[2] |= TEA5767_mute_left_right;
  }  
  else{
    mute = 0;  
    TEA5767_buffer[0] &= ~TEA5767_MUTE_FULL;
    TEA5767_write_data(2);
//    TEA5767_buffer[0] |= TEA5767_mute;
//    TEA5767_buffer[2] &= ~TEA5767_mute_left_right;
  }
   
//  TEA5767_write_data(3);
}

void TEA5767_set_frequency()
{
  frequencyB = 4 * (frequency * 10000 + 225000) / 32768;
  TEA5767_buffer[0] = frequencyB >> 8;
  if(mute)TEA5767_buffer[0] |= TEA5767_MUTE_FULL;
  TEA5767_buffer[1] = frequencyB & 0XFF;
 
  TEA5767_write_data(5);
}

int TEA5767_read_data() {
 
  unsigned char buf[5];
  memset (buf, 0, 5);
 
  Wire.requestFrom (0x60, 5);

  if (Wire.available ()) {
    for (int i = 0; i < 5; i++) {
      buf[i] = Wire.read ();
    }
       
    stereo = (buf[2] & TEA5767_STEREO_MASK)?1:0;
    signal_level = ((buf[3] & TEA5767_ADC_LEVEL_MASK) >> 4);
   
    return 1;
  }
  else return 0;
}

void show_signal_level(int level){
 
  byte xs=68;
  byte ys=8;
  for(int i=0;i<15 br="" i="">    if(i%2!=0)lcd.drawLine(xs+i,ys,xs+i,ys-i/2,level>=i?BLACK:WHITE);
  }
}

void set_text(int x,int y,String text,int color,int textsize){
 
  lcd.setTextSize(textsize);
  lcd.setTextColor(color);
  lcd.setCursor(x,y);    
  lcd.println(text);     
  lcd.display();        
}


String value_to_string(int value){
 
  String value_string = String(value / 100);
  value_string = value_string + '.' + ((value%100<10 100="" br="" value="">  return value_string;
}







Share:

Membuat Radio Digital FM Stereo dng Arduino

Membuat Radio penerima FM Stereo dengan arduin. Bagi teman teman yang ingin membuat radio FM digital kali ini saya ingin sharing cara membuat dan bahan bahan yang digunakan untuk membangun radio FM digital Stereo dengan tampilan display LCD 16x2. Nah ndak perlu panjang lebar cerita langsung aja :

Bahan yanh diperlukan antara lain :
1. Modul Arduino UNO R3
2. LCD 16x2 warna terserah anda
3. 2 Push Button untuk seting radio
4. 2 LED indikator Flashing dan Alarm
5. 4 Resistor 1K
6. 2 Resistor 220 Ohm
7. Modul Tuner TEA5767
8. IC24C04 untuk menyimpan data memory
9. Kabel jumper secukupnya

Modul Arduino UNO R3

Modul FM TEA5767
LCD 16x2

Block TEA5767 dengan memori
Rangkaiannya :
Skema belum jadi donk :


Source Kodenya Ini Lho :
// Membuat Jam dan Radio FM TEA5767
// LIKNO01
// Programmer Suparno, S.Pd, M.Pd
// 24/01/2015
#include < avr/io.h>
#include < avr/interrupt.h>
#include < LiquidCrystal.h>
#include < Wire.h>
#include < EEPROM.h>
#define debug 0

byte LedPin=8;
byte LedPin2=9;
byte e1Pin=12;
byte e2Pin=13;

byte jam,menit,detik;
byte Ajam,Amenit,Adetik;
byte flag=1;
int sleep;
byte alarm;  //0-1 alarm ON, 3-alarm OFF

char VARI[20];
int z,zz;
byte bz;

unsigned char frequencyH = 0;
unsigned char frequencyL = 0;

unsigned int frequencyB;
double frequency = 0;
byte bfrequency;
double gfrequency;
byte rdata[7];
byte signal;
int reading;


char *menu[]={" ","SLEEP","MODE_MEMO","MODE_SCAN","MODE_DIAL","ALARM","MEMORY","LEVEL-SCAN","TIME"};
char *menu1[]={" ","DIAL","CH: ","SCAN"};//mymode

byte bmemory;
byte memo;
byte mymenu;
byte mymode;
byte mylevel;
byte flag2;


LiquidCrystal lcd(7,6,5,4,3,2);


void setup(){
  Serial.begin(9600);
  lcd.begin(16, 4);
  Wire.begin();
  pinMode(LedPin, OUTPUT);
  pinMode(LedPin2, OUTPUT);
  pinMode(e1Pin, INPUT);
  pinMode(e2Pin, INPUT);
  //==================================
  lcd.setCursor(-4,2);
  lcd.print("Radio FM Mikro");
  lcd.setCursor(-4,3);
  lcd.print("Prog. : Suparno");
  //==================================
  cli();
  TCCR1A=0;
  TCCR1B=0;
  OCR1A=15624;
  TCCR1B |= (1<  TCCR1B |= (1<  TCCR1B |= (1<  TIMSK1=(1<  sei();
  mymenu=0;
  mymode=2;  //si queremos que cuando se encienda la radio este en modo Dial poner 1
  mylevel=2;
  sleep=0;
  alarm=3;
  memo=0;
  flag2=0;
 
  bfrequency = EEPROM.read(0);
  frequency=875+bfrequency;    //aslinya :875         
  frequency/=10;
  setFrequency(); 
 
}

void loop()
{   

   if(!digitalRead(e1Pin))
        {
         mymenu++;        
         if(mymenu>8)mymenu=0;
         lcd.clear();
         lcd.setCursor(0,0);
         lcd.print(menu[mymenu]);
         if(flag2==1)mymenu=0;
         flag2=0;
         delay(100);
         while(!digitalRead(e1Pin));
        }        
      
  switch(mymenu)
    {     
      case 0:     
        switch(mymode)
           {
            case 1:
                reading = analogRead(0); 
               frequency = ((double)reading * (108.0 - 87.5)) / 1024.0 + 87.5;
                 frequency = ((double)reading * 20.5) / 1024.0 + 87.5;
                frequency = ((int)(frequency * 10)) / 10.0;
               
                setFrequency();
                if(!digitalRead(e2Pin))
                     {
                       if(debug)Serial.println(bfrequency);
                       while(!digitalRead(e2Pin));
                     }
               
            break;
            case 2:
                if(!digitalRead(e2Pin))
                     {
                       memo++;
                       if(memo>19)memo=0;                      
                       bfrequency = EEPROM.read(memo);
                       frequency=875+bfrequency;              
                       frequency/=10;
                       setFrequency();              
                       while(!digitalRead(e2Pin));
                     }                        
            break;
            case 3:
                if(!digitalRead(e2Pin))
                     {
                      menuScan();
                      while(!digitalRead(e2Pin));                                           
                     }             
            break;  
           }
         
        lcd.setCursor(0,0);
        lcd.print(frequency);
        lcd.print(" MHz ");
               
        if(flag)
          {
           flag=0;
           if(alarm==1) { sleep=10; alarm=0;}
          
           if(sleep<1 br="">               {
                digitalWrite(LedPin2,LOW);
                lcd.setCursor(12,0);
                lcd.print("OFF ");
               }
             else
              {              
                if(!digitalRead(LedPin2))
                   {
                    digitalWrite(LedPin2,HIGH);
                    delay(500);
                    setFrequency();
                    delay(500);
                    setFrequency();
                   }
                getDatos();  
                signal=rdata[4] >> 4;
                lcd.setCursor(12,0);
                if(detik & 2)
                  {
                   lcd.print("Pw");  
                   lcd.print(signal);
                   lcd.print("  ");
                   }
                 else
                   {
                    if(rdata[3] & 128)
                        lcd.print("STE ");
                     else
                        lcd.print("MONO");
                   }    
              }
              
           lcd.setCursor(0,1);
           lcd.print(menu1[mymode]);
           if(mymode==2)
             {
               lcd.print(memo);
               lcd.print("  ");
             }
          
           lcd.setCursor(6, 1);
           if(alarm==3)
               lcd.print(" ");
              else
               lcd.print("A");            
          
           digitalWrite(LedPin, !digitalRead(LedPin));   
           sprintf(VARI,"%02d:%02d:%02d",jam,menit,detik);
           if(debug)Serial.println(VARI);
           lcd.setCursor(8, 1);
           lcd.print(VARI);  
 
                    
           }     
      break;        
      case 1:
         lcd.setCursor(0,1);
         lcd.print(sleep);
         lcd.print(" menit ");
         if(!digitalRead(e2Pin))
             {
               if(sleep>11)
                   sleep-=10;
                  else
                   sleep--;
               if(sleep<0 sleep="60;<br">               flag2=1;
               while(!digitalRead(e2Pin));
             }        
      break;     
      case 2:
         if(!digitalRead(e2Pin))
             {
               mymode=2;
               mymenu=0;
               bfrequency = EEPROM.read(memo);                      
               frequency=875+bfrequency;
               frequency/=10;
               setFrequency();             
               while(!digitalRead(e2Pin));
             }         
      break;     
      case 3:        
         if(!digitalRead(e2Pin))
             {
               mymode=3;
               mymenu=0;
               while(!digitalRead(e2Pin));
             }         
      break;
      case 4:
         if(!digitalRead(e2Pin))
             {
               mymode=1;
               mymenu=0;
               while(!digitalRead(e2Pin));              
             }                  
      break;
  
    case 5:
         sprintf(VARI,"%02d:%02d",Ajam,Amenit);         
         lcd.setCursor(0, 1);
         lcd.print(VARI);
          if(!digitalRead(e2Pin))
             {            
              menuAlarm();
              mymenu=0;
              lcd.clear();
               while(!digitalRead(e2Pin));
             }      
      break; 
      case 6:
          if(!digitalRead(e2Pin))
                     {
                      menuMemory();
                      while(!digitalRead(e2Pin));
                      lcd.clear();
                      mymenu=0;                     
                     }       
      break;
      case 7:
         lcd.setCursor(0,1);
         lcd.print(mylevel);   
         if(!digitalRead(e2Pin))
             {                         
               mylevel++; if(mylevel>3)mylevel=1;
               flag2=1;             
               while(!digitalRead(e2Pin));
             }         
      break;   
      case 8:
          sprintf(VARI,"%02d:%02d",jam,menit);         
          lcd.setCursor(0, 1);
          lcd.print(VARI);
          if(!digitalRead(e2Pin))
             {             
              menuTime();
              mymenu=0;
              lcd.clear();
              while(!digitalRead(e2Pin));
             }      
      break;    
     
    }

}

void calculo()
{
     bfrequency=frequency*10-875;
     frequencyB = 4 * (frequency * 1000000 + 225000) / 32768;
     frequencyH = frequencyB >> 8;
     frequencyL = frequencyB & 0XFF;
}

void menuMemory()
{
     lcd.setCursor(0,1);
     lcd.print(memo);
     lcd.setCursor(8,0);
     lcd.print(frequency);
     delay(500);
     while(1)
      {
       if(!digitalRead(e2Pin))
                     {
                       memo++;
                       if(memo>19)memo=0;
                       lcd.setCursor(0,1);
                       lcd.print(memo);
                       lcd.print("  ");                      
                       while(!digitalRead(e2Pin));
                     } 
       if(!digitalRead(e1Pin))
                     {
                       if(debug)Serial.println(memo);
                       if(debug)Serial.println(bfrequency);
                       EEPROM.write(memo,bfrequency );
                       while(!digitalRead(e1Pin));
                       return;
                     }       
      }
}

void menuScan()
{                    
                      delay(100);
                      frequency+=0.1;
                      if(frequency>108)frequency=88.5;
                      calculo();
                      bz=mylevel<<5 br="">                      bz=bz | 0x90;
                      Wire.beginTransmission(0x60);
                      Wire.write(frequencyH+0x40);
                      Wire.write(frequencyL);
                      Wire.write(bz);
                      Wire.write(0x1F);
                      Wire.write((byte)0x00);      
                      Wire.endTransmission();
                      delay(100);                                                                        
                      getDatos();
                      gfrequency=(((rdata[1]&0x3F)<<8 br="" rdata="">                      if(debug)for (int i=1; i<6 br="" i="" rdata="" serial.println="">                      frequency=gfrequency/10000;
                      if(debug)Serial.println(frequency);
                      z=frequency;
                      zz=z+5;     z/=10;   zz/=10;
                      if(debug)Serial.println(z);
                      if(debug)Serial.println(zz);
                      if(zz>z)
                         frequency=zz;
                        else
                         frequency=z;
                      frequency/=10;
                      if(debug)Serial.println(frequency);
                      calculo();
                      delay(100);
                      Wire.beginTransmission(0x60);
                      Wire.write(frequencyH);
                      Wire.write(frequencyL);
                      Wire.write(0xB0);
                      Wire.write(0x1F);
                      Wire.write((byte)0x00);      
                      Wire.endTransmission();
                      delay(100);             
}

void menuAlarm()
{
   while(1)
    {
     lcd.setCursor(0,1);
     lcd.print("Alarm   ");
     if(alarm==3)
         lcd.print("OFF");
        else
         lcd.print("ON ");
     if(!digitalRead(e2Pin))
             {
              if(alarm==3)
                  alarm=0;
                else
                  alarm=3;                             
              while(!digitalRead(e2Pin));
             }
     if(!digitalRead(e1Pin))
            {
              while(!digitalRead(e1Pin));
              break;        
            } 
    }
 
   while(1)
    {
     lcd.setCursor(0,1);
     lcd.print("Hours   ");
     lcd.print(Ajam);
     lcd.print("  ");
     if(!digitalRead(e2Pin))
             {
              Ajam++;
              if(Ajam==24)Ajam=0;
              while(!digitalRead(e2Pin));
             }
     if(!digitalRead(e1Pin))
            {
              while(!digitalRead(e1Pin));
              break;        
            } 
    }
  while(1)
    {
      lcd.setCursor(0,1);
      lcd.print("Minutes ");
      lcd.print(Amenit);
      lcd.print("  ");
      if(!digitalRead(e2Pin))
             {
              Amenit++;
              Adetik=0;
              if(Amenit==60)Amenit=0;
              while(!digitalRead(e2Pin));
             }
      if(!digitalRead(e1Pin))
            {
              while(!digitalRead(e1Pin));
              break;        
            } 
    }   


void menuTime()
{
  while(1)
    {
     lcd.setCursor(0,1);
     lcd.print("Hours   ");
     lcd.print(jam);
     lcd.print("  ");
     if(!digitalRead(e2Pin))
             {
              jam++;
              if(jam==24)jam=0;
              while(!digitalRead(e2Pin));
             }
     if(!digitalRead(e1Pin))
            {
              while(!digitalRead(e1Pin));
              break;        
            } 
    }
  while(1)
    {
      lcd.setCursor(0,1);
      lcd.print("Minutes ");
      lcd.print(menit);
      lcd.print("  ");
      if(!digitalRead(e2Pin))
             {
              menit++;
              detik=0;
              if(menit==60)menit=0;
              while(!digitalRead(e2Pin));
             }
      if(!digitalRead(e1Pin))
            {
              while(!digitalRead(e1Pin));
              break;        
            } 
    }   
}


void setFrequency()
{
calculo();
//delay(100);
Wire.beginTransmission(0x60);
Wire.write(frequencyH);
Wire.write(frequencyL);
Wire.write(0xB0);
Wire.write(0x10);
Wire.write((byte)0x00);
Wire.endTransmission();
//delay(100);
}

void getDatos()
{
  Wire.requestFrom(0x60,5); //reading TEA5767
  if (Wire.available())
    {
      for (int i=1; i<6 br="" i="" rdata="" wire.read="">    }
}

ISR(TIMER1_COMPA_vect) //alarm yake
{
  flag=1;
  detik++;
  if(detik>59)
    {
     detik=0;
     menit++;
     if(sleep>0)sleep--;
     if(menit>59)
         {
          menit=0;
          jam++;
            if(jam>23)
              {              
               detik=0;
               menit=0;
               jam=0;
              }
         }
    }
  if(alarm==0 && detik==0 && menit==Amenit && jam==Ajam)alarm=1;     
}




Share:

01 - Pengenalan Arduino

Bagi pemula belajar arduino uno ver3, belajar dimulai dari mengenal 3 titian tahap :
  1. Mengenal Hardware Arduino
  2. Mengenal Software pemrograman Arduino
  3. Mempelajari bahasa / perintah / intruksi pemrograman
1. Mengenal Harware Arduino

Untuk memahami Arduino, terlebih dahulu kita harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan physical computing. Physical computing adalah membuat sebuah sistem atau perangkat fisik dengan menggunakan software dan hardware yang sifatnya interaktif yaitu dapat menerima rangsangan dari lingkungan dan merespon balik. Physical computing adalah sebuah konsep untuk memahami hubungan yang manusiawi antara lingkungan yang sifat alaminya adalah analog dengan dunia digital. Pada prakteknya konsep ini diaplikasikan dalam desain-desain alat atau projek-projek yang menggunakan sensor dan microcontroller untuk menerjemahkan input analog ke dalam sistem software untuk mengontrol gerakan alat-alat
elektro-mekanik seperti lampu, motor dan sebagainya.

Arduino dikatakan sebagai sebuah platform dari physical computing yang bersifat open source. Pertama-tama perlu dipahami bahwa kata “platform” di sini adalah sebuah pilihan kata yang tepat. Arduino tidak hanya sekedar sebuah alat pengembangan, tetapi ia adalah kombinasi dari hardware, bahasa pemrograman dan Integrated Development Environment (IDE) yang canggih. IDE adalah sebuah software yang sangat berperan untuk menulis program, meng-compile menjadi kode biner dan meng-upload ke dalam memory microcontroller. Ada banyak projek dan alat-alat dikembangkan oleh akademisi dan profesional dengan menggunakan Arduino, selain itu juga ada banyak modul-modul pendukung (sensor, tampilan, penggerak dan sebagainya) yang dibuat oleh pihak lain untuk bisa disambungkan dengan Arduino. Arduino berevolusi menjadi sebuah platform karena ia menjadi pilihan dan acuan bagi banyak praktisi.  

Arduino dikembangkan oleh sebuah tim yang beranggotakan orang-orang dari berbagai belahan dunia. Anggota inti dari tim ini adalah:
  1. Massimo Banzi Milano, Italy  
  2. David Cuartielles Malmoe, Sweden
  3. Tom Igoe New York, US
  4. Gianluca Martino Torino, Italy
  5. David A. Mellis Boston, MA, USA
Jenis Boar Arduino :
  1. Arduino USB

    Menggunakan USB sebagai antar muka pemrograman atau komunikasi komputer. Contoh:
    • Arduino Uno
    • Arduino Duemilanove
    • Arduino Diecimila
    • Arduino NG Rev. C
    • Arduino NG (Nuova Generazione)
    • Arduino Extreme dan Arduino Extreme v2
    • Arduino USB dan Arduino USB v2.0

  2. Arduino Serial
    Menggunakan RS232 sebagai antar muka pemrograman atau komunikasi komputer.

    Contoh: Arduino Serial dan Arduino Serial v2.0 


  3. Arduino Mega 
  4. Arduino FIO
  5. Arduino LILYPAD
  6. Arduino NANO dan Arduino MINI
KOMPONEN UTAMA BOARD ARDUINO 

Komponen utama di dalam papan Arduino adalah sebuah microcontroller 8 bit dengan merk ATmega yang dibuat oleh perusahaan Atmel Corporation. Berbagai papan Arduino menggunakan tipe ATmega yang berbeda-beda tergantung dari spesifikasinya, sebagai contoh Arduino Uno menggunakan ATmega328 sedangkan Arduino Mega 2560 yang lebih canggih menggunakan ATmega2560.  

Untuk memberikan gambaran mengenai apa saja yang terdapat di dalam sebuah microcontroller, pada gambar berikut ini diperlihatkan contoh diagram blok sederhana dari microcontroller ATmega328 (dipakai pada Arduino Uno).
Blok-blok di atas dijelaskan sebagai berikut:
  • Universal Asynchronous Receiver/Transmitter (UART) adalah antar muka yang digunakan untuk komunikasi serial seperti pada RS-232, RS-422 dan RS-485. 
  • 2KB RAM pada memory kerja bersifat volatile (hilang saat daya dimatikan), digunakan oleh variable-variabel di dalam program. 
  • 32KB RAM flash memory bersifat non-volatile, digunakan untuk menyimpan program  yang dimuat dari komputer. Selain program, flash memory juga menyimpan bootloader. 
  • Bootloader adalah program inisiasi yang ukurannya kecil, dijalankan oleh CPU saat daya
    dihidupkan. Setelah bootloader selesai dijalankan, berikutnya program di dalam RAM
    akan dieksekusi.
  • 1KB EEPROM bersifat non-volatile, digunakan untuk menyimpan data yang tidak boleh hilang saat daya dimatikan. Tidak digunakan pada papan Arduino.
  • Central Processing Unit (CPU), bagian dari microcontroller untuk menjalankan setiap instruksi dari program.
  • Port input/output,  pin-pin untuk menerima data (input) digital atau analog, dan mengeluarkan data (output) digital atau analog.  
BAGIAN-BAGIAN PAPAN ARDUINO  
Dengan mengambil contoh sebuah papan Arduino tipe USB, bagian-bagiannya dapat dijelaskan sebagai berikut.
14 pin input/output digital (0-13)
Berfungsi sebagai input atau output, dapat diatur oleh program. Khusus untuk 6 buah pin 3, 5, 6, 9, 10 dan 11, dapat juga berfungsi sebagai pin analog output dimana tegangan output-nya dapat diatur. Nilai sebuah pin output analog dapat diprogram antara 0 – 255, dimana hal itu mewakili nilai tegangan 0 – 5V.
USB  Berfungsi untuk:
  • Memuat program dari komputer ke dalam papan
  • Komunikasi serial antara papan dan komputer
  • Memberi daya listrik kepada papan
Sambungan SV1
Sambungan atau jumper untuk memilih sumber daya papan, apakah dari sumber eksternal atau menggunakan USB. Sambungan ini tidak diperlukan lagi pada papan Arduino versi terakhir Q1 – Kristal (quartz crystal oscillator) 
 Jika microcontroller dianggap sebagai sebuah otak, maka kristal adalah jantung-nya karena komponen ini menghasilkan detak-detak yang dikirim kepada microcontroller agar melakukan sebuah operasi untuk setiap detak-nya. Kristal ini dipilih yang berdetak 16 juta kali per detik (16MHz).
Tombol Reset S1 
Untuk me-reset papan sehingga program akan mulai lagi dari awal. Perhatikan bahwa tombol reset ini bukan untuk menghapus program atau mengosongkan microcontroller.
In-Circuit Serial Programming (ICSP) 
Port ICSP memungkinkan pengguna untuk memprogram microcontroller secara langsung, tanpa melalui bootloader. Umumnya pengguna Arduino tidak melakukan ini sehingga ICSP tidak terlalu dipakai walaupun disediakan.
IC 1 – Microcontroller Atmega 
 Komponen utama dari papan Arduino, di dalamnya terdapat CPU, ROM dan RAM.
X1 – sumber daya eksternal Jika hendak disuplai dengan sumber daya eksternal, papan Arduino dapat diberikan tegangan DC antara 9-12V.
6 pin input analog (0-5) 
Pin ini sangat berguna untuk membaca tegangan yang dihasilkan oleh sensor analog, seperti sensor suhu. Program dapat membaca nilai sebuah pin input antara 0 – 1023, dimana hal itu mewakili nilai tegangan 0 – 5V.
Share:

Jadwal Waktu Sholat

TIME WIB

TV EDUKASI LIVE

Popular Posts

Recent Posts

Pages